10 Tim Dosen UMPKU Surakarta Lolos Pendanaan Hibah BIMA Kemendiktisaintek RI Tahun 2026
Surakarta – Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional melalui keberhasilan 10 dosen yang lolos pendanaan Program BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) tahun 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen UMPKU dalam memperkuat kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Program BIMA yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi merupakan skema pendanaan kompetitif yang bertujuan mendorong inovasi penelitian serta kontribusi akademisi dalam menjawab berbagai persoalan strategis di masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas dosen UMPKU dalam menghasilkan proposal yang inovatif, relevan, dan berdampak luas.
Adapun dosen yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut berasal dari berbagai bidang keilmuan, dengan topik penelitian yang mencakup inovasi teknologi kesehatan, kesehatan mental generasi muda, hingga penguatan sistem hukum dan perlindungan pasien. Ragam topik ini mencerminkan kontribusi multidisipliner UMPKU dalam menjawab tantangan zaman.
Beberapa penelitian yang diusung di antaranya pengembangan teknologi wearable berbasis Internet of Things (IoT) untuk pasien diabetes, pemanfaatan sensor brainwave dalam mendeteksi kecemasan akademik, hingga formulasi pangan fungsional untuk pencegahan stunting. Selain itu, terdapat pula inovasi dalam pemantauan kesehatan ibu dan janin berbasis multisensor serta sistem digital untuk pencegahan perundungan pada anak usia sekolah.
“Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi para dosen dalam menghasilkan proposal penelitian yang berkualitas dan kompetitif. Kami berharap pendanaan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan luaran riset yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap perwakilan pimpinan UMPKU Surakarta.
Melalui pendanaan ini, para dosen diharapkan mampu menghasilkan berbagai luaran penelitian, seperti publikasi ilmiah bereputasi, inovasi teknologi, serta program pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus memperkuat peran UMPKU sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.
“Kami optimistis hasil penelitian ini tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.
10 dosen yang berhasil memperoleh pendanaan beserta judul penelitiannya adalah:
- Sri Handayani
Pendekatan Telecuppingcare Berbasis Smart-Education dan User Experience dalam Mendukung Kepatuhan Monitoring Mandiri Pasien Bekam Home Care - Yuli Widyastuti
Wearable Vibrating Socks Berbasis IoT sebagai Intervensi Home-Care untuk Meningkatkan Mikrosirkulasi Kaki dan Gejala Neuropati Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 - Weni Hastuti
Pemanfaatan Teknologi Sensor Brainwave untuk Deteksi Dini Academic Anxiety pada Populasi Dewasa Muda - Nur Hidayah
Pendekatan Multisensor Berbasis IoT dalam Pemantauan Gerakan dan Denyut Jantung Janin pada Ibu Hamil - Estin Yuliastuti
Gen-Z Mental Health Bridge: Eksplorasi Stigma dan Help-Seeking terhadap Deteksi Dini dan Penanganan Gejala Depresi - Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati
Formulasi dan Evaluasi In Vivo Bakso Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Substitusi Jantung Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Pangan Fungsional Pencegah Stunting - Nurul Istiqomah
Pencegahan dan Intervensi Kasus Perundungan pada Anak Usia Sekolah Menggunakan Sistem WebGIS - Ita Indraswati
Pengembangan Sistem PRO-CARE Berbasis Detak Jantung, Galvanic Skin Response (GSR), dan Suhu Tubuh untuk Monitoring Nyeri Pasien Kanker - Anggoro Danang Setiaji
Fungsi Regulasi Identitas Moral dalam Mengendalikan Impuls Histrionik pada Presentasi Diri Daring Generasi Z - Rizki Maulana Ahzar
Integrasi Prinsip-Prinsip Hukum Islam dan Hukum Nasional dalam Perlindungan Hak Pasien pada Layanan Kesehatan Publik di Indonesia
Ke depan, UMPKU Surakarta terus berkomitmen membangun ekosistem riset yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Pendanaan BIMA 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan berbasis riset.
Penulis: Tim Humas UMPKU Surakarta
Sumber: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMPKU
Lokasi: Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta