Skip to main content
etua Satgas PPKPT UMPKU Surakarta, Dr. Sri Mintarsih, S.Kep., Ns., M.Kes.

Satgas PPKPT UMPKU Surakarta Perkuat Budaya Kampus Aman melalui Sosialisasi Pencegahan Kekerasan

Kegiatan tersebut diikuti unsur pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan sivitas akademika. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, saling menghormati, serta memberikan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga kampus.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan perguruan tinggi, mekanisme pencegahan, prosedur pelaporan, hingga proses penanganan yang dilakukan Satgas PPKPT sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan internal universitas.

Ketua Satgas PPKPT UMPKU Surakarta, Dr. Sri Mintarsih, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan bahwa upaya menciptakan kampus yang aman merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika, bukan hanya Satgas PPKPT.

"Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pencegahan kekerasan dimulai dari kesadaran setiap individu untuk saling menghormati, menjaga etika, serta berani melaporkan apabila terjadi pelanggaran. Kampus yang unggul adalah kampus yang mampu memberikan rasa aman sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal," ujar Sri Mintarsih.

Ketua Satgas PPKPT UMPKU Surakarta, Dr. Sri Mintarsih, S.Kep., Ns., M.Kes.

Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan, sosialisasi juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh sivitas akademika dalam mendukung korban, membangun budaya saling peduli, serta memanfaatkan mekanisme pelaporan yang telah disediakan. Satgas PPKPT memastikan setiap laporan ditangani secara profesional, objektif, berkeadilan, serta mengedepankan perlindungan terhadap korban maupun pelapor.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yakni mendorong perguruan tinggi menghadirkan kebijakan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi UMPKU Surakarta, kampus yang bebas dari kekerasan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat sehingga mampu melahirkan lulusan yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.

Melalui penguatan edukasi, kampanye kesadaran, penyediaan layanan pengaduan yang mudah diakses, serta pendampingan yang berkelanjutan, UMPKU Surakarta berupaya memastikan setiap warga kampus memperoleh perlindungan yang setara. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan akademik yang kondusif, tetapi juga menghasilkan dampak yang lebih luas melalui terbentuknya generasi profesional yang menjunjung tinggi etika, menghormati hak asasi manusia, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kerja dan kehidupan sosial yang bebas dari kekerasan.

Melalui berbagai upaya tersebut, UMPKU Surakarta menegaskan bahwa implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang berdampak. Kampus yang aman, inklusif, dan berkeadaban diharapkan mampu mendukung lahirnya inovasi, kolaborasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan semangat Diktisaintek Berdampak.

 

 

 

 

Add new comment

Restricted HTML

  • You can align images (data-align="center"), but also videos, blockquotes, and so on.
  • You can caption images (data-caption="Text"), but also videos, blockquotes, and so on.