Tingkatkan Standar Akademik, LPM UM PKU Surakarta Perkuat Peran UPM dan GPM
Surakarta - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta menggelar agenda strategis bertajuk "Pembinaan & Penguatan Peran Unit Penjaminan Mutu (UPM) dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM)". Kegiatan ini berlangsung khidmat di Smartclassroom Kampus UM PKU Surakarta pada Jumat (9/1/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UM PKU Surakarta, Weni Hastuti, M.Kes., Ph.D., didampingi oleh jajaran Wakil Rektor I, II dan III. Turut hadir pula para pimpinan fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Dekan Fakultas Ekonomi. Sosial, dan Humaniora (FESH). Sinergi antar lini kepemimpinan ini menunjukkan komitmen serius universitas dalam menjaga standar kualitas pendidikan.
Dalam sambutannya, Rektor UM PKU Surakarta, Weni Hastuti, menekankan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar pemenuhan aspek administratif untuk kepentingan akreditasi semata, melainkan merupakan ruh dari tata kelola perguruan tinggi yang sehat dan berkelanjutan.
"UPM dan GPM adalah ujung tombak dalam menjaga marwah akademik kita. Penguatan peran ini sangat krusial agar standar mutu yang kita tetapkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam setiap proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat fakultas maupun program studi," ujarnya.
Beliau juga menambahkan pentingnya sinkronisasi kerja antara LPM di tingkat universitas dengan unit-unit mutu di bawahnya. Menurutnya, keberhasilan mutu universitas sangat bergantung pada seberapa kuat koordinasi yang terjalin di setiap level unit kerja.
"Kita harus bergerak dalam satu irama. Jika sistem penjaminan mutu internal (SPMI) kita kuat, maka kualitas lulusan dan kepercayaan masyarakat terhadap UM PKU Surakarta akan terus meningkat secara signifikan. Mutu adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Weni Hastuti.
Melalui pembinaan ini, pimpinan universitas berharap adanya peningkatan efektivitas monitoring dan evaluasi di setiap unit kerja. Penjaminan mutu diharapkan dapat menjadi detektor dini terhadap berbagai kendala akademik sehingga solusi strategis dapat diambil secara cepat dan tepat oleh pihak manajemen.
"Harapan saya, setelah kegiatan ini muncul semangat baru dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Saya ingin budaya mutu menjadi gaya hidup kerja kita, sehingga UM PKU Surakarta siap menghadapi tantangan global dan mencapai keunggulan yang berkemajuan di masa depan," pungkas Rektor.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis mengenai penguatan instrumen mutu serta diskusi panel bersama para dekan. Agenda tersebut bertujuan untuk menyelaraskan target capaian mutu di masing-masing fakultas agar sesuai dengan visi besar Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta.



