KKN-MAs 2026, Delapan Mahasiswa UMPKU Surakarta Siap Berikan Kontribusi bagi Masyarakat Malang
Surakarta – Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta melepas delapan mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-'Aisyiyah (KKN-MAs) 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program pengabdian yang akan berlangsung pada 29 Juli hingga 31 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Berdampak, yang mendorong mahasiswa menerapkan kompetensi akademik secara langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pelepasan mahasiswa dilaksanakan di Ruang Smartclassroom UMPKU Surakarta, Senin (27/7/2026), dan dihadiri Rektor UMPKU Surakarta Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes., Ph.D., Wakil Rektor I Dr. Ida Untari, SKM., M.Kes., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Heni Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., serta jajaran ketua program studi yang mahasiswanya mengikuti KKN-MAs.
Pada pelaksanaan tahun ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya sebagai perguruan tinggi tuan rumah. Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa akan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan wilayah penempatan.
Rektor UMPKU Surakarta, Weni Hastuti, mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam KKN-MAs merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
"Niatkan bahwa tugas ini merupakan amanah yang diberikan oleh kampus. Laksanakan dengan niat yang baik dan berikan kontribusi kepada masyarakat di sana. Apa yang sudah dipelajari dan diajarkan di kampus, diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat dengan tetap memohon izin dan rida Allah SWT," ujar Weni.
Menurutnya, KKN-MAs tidak hanya menjadi wadah implementasi ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai perbedaan, serta membangun kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.
"Jangan minder. Tunjukkan bahwa kalian mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pulang membawa pengalaman yang berharga. Jangan lupa meminta doa kepada orang tua, sampaikan kabar-kabar baik selama berada di lokasi KKN dan terus meminta doa serta dukungan dari mereka," pesannya.
Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga sikap, integritas, serta nama baik almamater selama menjalankan program pengabdian.
"Jaga hati, jaga diri, dan yang paling utama, jaga nama baik almamater UMPKU Surakarta," tegasnya.
Keikutsertaan mahasiswa dalam KKN-MAs 2026 menjadi bagian dari strategi UMPKU Surakarta menghadirkan pembelajaran yang berdampak. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi persoalan nyata di masyarakat, sehingga proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menghasilkan solusi yang relevan dan bermanfaat.
Selain memperkuat kompetensi akademik, pengalaman hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa sebagai calon tenaga profesional yang adaptif, memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, serta kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.
Program KKN-MAs juga sejalan dengan implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat.
Delapan mahasiswa UMPKU Surakarta yang mengikuti KKN-MAs 2026 berasal dari Program Studi S1 Gizi, S1 Keperawatan, dan S1 Kebidanan. Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut diharapkan menjadi modal untuk menghasilkan program pengabdian yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Malang.
Melalui KKN-MAs 2026, UMPKU Surakarta berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga kembali ke kampus dengan membawa pengalaman, pembelajaran, serta perspektif baru yang dapat menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai lulusan yang unggul, berkarakter, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.